Manajemen waktu yang seharusnya dilakukan

Focus on your GOALS, don’t waste your time, begitulah katanya, mengatur segala sesuatu memang penting, terlebih hal yang kita miliki terbatas, ya waktu yang kita miliki terlihat banyak, namun ada saatnya kita menyesal waktu yang terbuang sia-sia begitu saja.

Sebagai mahasiswa yang sekarang #rebahandirumah, tentu tugas kalian pasti bertambah, yang dulu kegiatanya kuliah, nongkrong, organisasi, sekarang ditambah lagi ngurus ponakan dan membantu orang tua; yang bilang tidak saya dorrr…, tambah cakep kalo kalian punya kesibukan sebagai freelancer ataupun sudah bekerja.

Maka dari itu manajemen waktu sangat penting, untuk memprioritaskan mana hal-hal yang memang perlu kita lakukan dahulu dan yang mana harus kita tunda dulu, manajemen waktu yang baik membuat kita bekerja dengan cerdas; dibanding bekerja dengan keras.

Menurut Dagfinn Aas; seseorang tidak lepas dari empat kategori waktu yaitu, contracted time, committed time, necessary time, free time. Kita harus mengenali kegiatan yang kita lakukan itu termasuk kategori yang mana, agar kita bisa mengatur waktu dengan baik.

  1. Contracted Time waktu dialokasikan untuk belajar ataupun bekerja, kegiatan yang dilakukan sesuai kesepakatan yang sudah ditentukan, pergi kuliah sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh kampus adalah salah satu kegiatan yang termasuk.
  2. Committed Time Waktu ini lebih berfokus pada kewajiban kita pada baik keluarga maupun rumah tangga, kalian berkomitmen untuk melakukan kegiatan tersebut, misalnya: membantu orang tua, menjemput dan mengantar ke sekolah.
  3. Necessary Time waktu yang dialokasikan untuk kepentingan diri kita sendiri seperti Makan, Minum, Mandi, Tidur, Berolahraga, Me-Time.
  4. Free Time bukan berarti waktu luang sepenuhnya dan nggak ngapa-ngapain, dengan punya waktu luang kalian tentu sudah merencanakanya seperti bertemu teman, nongkrong, menonton film atau bermain game atau rebah-rebah.

Setelah kita mengkategorikan kegiatan tersebut, setiap kegiatan di atas memiliki prioritas yang berbeda, maka selanjutnya menentukan kegiatan manakah yang menurut kalian penting, tidak penting, mendesak dan tidak mendesak ini disebut Time Priorities.

What is important is seldom urgent and what is urgent is seldom important.
— Dwight D. Eisenhower

Beliau pernah mengucapkan kalimat di atas “Apa yang penting biasanya tidak mendadak dan apa yang mendadak biasanya tidak penting” dan kalimat tersebut adalah asal mula dari Eisenhower Matrix.

eisenhower_decision_matrix.jpeg
The Eisenhower Decision Matrix.

Dengan menggunakan Eisenhower Decision Matrix kalian bisa memisahkan kegiatan apa yang perlu segera ditindak dan kegiatan mana yang bisa ditunda, bagan ini dibagi menjadi empat kuadran.


Do, penting dan mendesak, kegiatan yang harus segera diambil tindakan, mempunyai ciri kegiatan tersebut memiliki deadline yang nampak jelas dan tidak ingin membuang-buang waktu untuk menunda.

  • Pekerjaan dengan tenggat waktu
  • Komunikasi dengan orang tua
  • Merespon email yang penting
  • Pekerjaan dari kuadran dua yang telah lama tertunda

Decide/Plan, tidak mendesak tetapi penting, kegiatan ini mempunyai batas waktu yang panjang atau bahkan tidak mempunyai deadline, kegiatan yang bisa kita tunda dan bisa kita atur waktu kegiatannya.

  • Belajar kemampuan baru
  • Menyelesaikan online course
  • Datang pada acara Workshop
  • Mencari ide untuk postingan blog

Delegate/Delay, mendesak tetapi tidak penting, lebih tepat pekerjaan yang membuat kamu makin sibuk, pekerjaan ini mempunyai tujuan jangka pendek saja, kita bisa menyerahkan sebagian pekerjaan ini kepada orang lain.

  • Tugas kerja kelompok, membagi tugas antar anggota
  • Pergi ketoko komputer, kamu bisa menyerahkan kepada OJOL
  • Mengecek smartphone ketika ada notifikasi
  • Merespon WA, email atau jenis pesan lainya

Delete, tidak mendesak juga tidak penting, aktivitas yang membuang-buang waktu, yang tidak ada hubungnanya dengan GOALS kamu, kita tidak wajib mengerjakan kegiatan tersebut, bahkan kamu bisa menghapuskan dari jadwalmu.

  • Bermain game
  • Menonton YouTube/film berjam-jam
  • Scrooling/Social Media, IG, Twitter etc
  • Terlalu banyak web browsing ataupun olshop yang akhirnya cuma jadi wishlist :)

Kesimpulan

Kenali kegiatan yang akan kalian lakukan, termasuk dalam kategori waktu yang mana? jika sudah, prioritaskanlah kegiatan dengan menggunakan Eisenhower Decision Matrix.


Ya, walaupun saya terkadang keluar dari aturan-aturan di atas, tapi disini saya hanya ingin berbagi, pelan-pelan saya implementasikan di kehidupan, Terimakasih sudah menyimak tulisan ini :<

updated_at 07-09-2020